Tanam 1000 Mangrove di Rembang: Gerakan Kepedulian Mahasiswa untuk Perubahan Iklim
Rembang, 29 Desember 2024 – Acara peringatan Dies Natalis yang digelar oleh KAMARESA (Keluarga Mahasiswa Rembang di Semarang) berlangsung meriah di Kabupaten Rembang, dengan tema "Tanam 1000 Mangrove untuk Perubahan Iklim". Acara ini dihadiri oleh kalangan siswa & mahasiswa, pengurus, panitia, serta tamu undangan, yang turut serta mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon mangrove.
Ketua KAMARESA, Ahmad Syauqon Firdaus, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam acara ini. "Terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus, serta peserta yang telah meluangkan waktu dan tenaga. Acara ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa penanaman 1000 mangrove adalah langkah kecil yang sangat berarti untuk masa depan," ungkapnya.
Bapak Darji, perwakilan Kelompok Tani Rembang, juga memberikan apresiasi atas partisipasi mahasiswa dalam menjaga hutan mangrove yang ada di Kabupaten Rembang. "Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada mahasiswa yang peduli terhadap kelestarian mangrove, meski berasal dari berbagai fakultas, namun tetap bersatu untuk tujuan yang mulia ini," tuturnya. Ia berharap bahwa aksi ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Acara ini dilanjutkan dengan talkshow mengenai perubahan iklim yang diisi oleh beberapa pemateri yang berkompeten. Ibu Miske Sri Ariyani, salah satu pembicara, menjelaskan pentingnya pohon mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem. "Tanam mangrove dengan bibit polybag, ada dua jenis yang umum digunakan yaitu rhizophora untuk daerah berlumpur dan jenis api-api untuk daerah berpasir. Tanaman ini berfungsi sebagai rumah bagi biota laut, mencegah abrasi, serta mitigasi bencana. Semoga kegiatan tanam mangrove dapat dilakukan setiap tahun, bahkan setiap semester," ujarnya.
Selain itu, Ketua PKSM, Pak Rif'an, juga menyampaikan pesannya kepada para mahasiswa yang hadir. "Tanamlah dengan hati, karena setiap daun yang tumbuh akan mendoakan kebaikan dan bertasbih untuk ampunan kepada yang menanamnya. Tanam mangrove ini mengintegrasikan tiga aspek penting: ekonomi, sosial, dan ekologi. Dari sisi ekonomi, api-api dapat diperjualbelikan, dari sisi ekologi dapat mencegah bencana, dan dari sisi sosial ini mempererat solidaritas kita," jelasnya.
Acara ini berakhir dengan aksi penanaman pohon mangrove bersama, yang menjadi simbol nyata dari komitmen mahasiswa Rembang dalam menjaga kelestarian alam dan menghadapi tantangan perubahan iklim. Diharapkan, dengan partisipasi aktif dari berbagai kalangan, gerakan ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat Rembang.
Oleh : Riztiyana M

Jios
BalasHapus